Thursday, 8 March 2018

Artikel Fungsi Alat Musik Tradisional Kacapi

loading...
Fungsi Alat Musik Tradisional Kacapi. Alat ini merupakan alat musik Sunda yang dimainkan sebagai alat musik utama dalam Tembang Sunda atau Mamaos Cianjuran dan kacapi suling. Kata kacapi dalam bahasa Sunda juga merujuk kepada tanaman sentul, yang dipercaya kayunya digunakan untuk membuat alat musik kacapi.


Cara Membuat Alat Musik Kecapi 

Apabila dilihat dengan sepintas maka kecapi berbentuk sangat simple atau sederhana saja,. Kayu yang telah direndam selama 3 bulan merupakan bahan baku utama untuk membuat kecapi, sedangkan untuk membuat senar yang bagus dan bisa menghasilkan alunan nada yang menggoda maka sebaiknya menggunakan kawat yang terbuat dari campuran tembaga dan emas atau biasa disebut dengan sebuatan kawat suasa. Dahulu senar yang digunakan kebanyak menggunakan kawat suasa namun karena harganya tidaklah murah sehingga kebanyakan orang menggunakan senar berbahan baja. 

Bentuk Alat Musik Kecapi

Kacapi parahu adalah suatu kotak resonansi yang bagian bawahnya diberi lubang resonansi untuk memungkinkan suara keluar. Sisi-sisi jenis kacapi ini dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai perahu. Pada masa lalu, kacapi ini dibuat langsung dari bongkahan kayu dengan memahatnya.

Kacapi siter merupakan kotak resonansi dengan bidang rata yang sejajar. Serupa dengan kacapi parahu, lubangnya ditempatkan pada bagian bawah. Sisi bagian atas dan bawahnya membentuk trapesium.

Untuk kedua jenis kacapi ini, tiap dawai diikatkan pada suatu sekrup kecil pada sisi kanan atas kotak. Mereka dapat ditala dalam berbagai sistem: pelog, sorog/madenda, atau salendro. Saat ini, kotak resonansi kacapi dibuat dengan cara mengelem sisi-sisi enam bidang kayu.
 

Fungsi Alat Musik Kecapi

Menurut fungsinya dalam mengiringi musik, kacapi dimainkan sebagai:

  1. Kacapi indung atau kacapi induk. Kacapi indung memimpin musik dengan cara memberikan intro, bridges, dan interlude, juga menentukan tempo. Untuk tujuan ini, digunakan sebuah kacapi besar dengan 18 atau 20 dawai.
  2. Kacapi rincik atau kacapi anak. Kacapi rincik memperkaya iringan musik dengan cara mengisi ruang antar nada dengan frekuensi-frekuensi tinggi, khususnya dalam lagu-lagu yang bermetrum tetap seperti dalam kacapi suling atau Sekar Panambih. Untuk tujuan ini, digunakan sebuah kacapi yang lebih kecil dengan dawai yang jumlahnya sampai 15.

Cara Memainkan Alat Musik Kecapi

Alat musik ini dimaikan dengan cara dipetik. teknik petikan kacapi ialah cara memainkan kacapi untuk nenghasilkan komposisi nada (gending) secara optimal. Cara tersebut meiliputi banyaknya jari-jari tangan yang digunakan serta posisi dan gerakan jari-jari tangan ketika memetik senar. Selain banyaknya jari yang digunakan juga posisi dan gerakan jari-jari tangan ketika memetik senar. 

Berikut adalah cara memainkannya: 

  1. Sintreuk-toel adalah teknik petikan kacapi dengan menggunakan dua jari yaitu telunjuk kanan dan telunjuk kiri. Posisi dan gerakan jarinya adalah: satu telunjuk kanan melipat ke daiam, ujung kukunya menyentuh senar dengan gerakan nyintreuk (menjentik); dan dua telunjuk kiri agak lengkung ke bawah, ujung kukunya menyentuh senar dengan gerakan noel (sentuhan dengan ujung jari), sehingga gerakan dari kedua jari itu menghasilkan komposisi nada (gending) yang diinginkan. Gerakan tersebut ada yang searah dalam nada gembyang (oktaf) atau kempyung (akor), ada yang berlawanan dengan nada yang berlainan, dan ada pula yang seperti saling bersahutan antara telunjukkanan dan kiri. Fungsi dari masing-masing jari di atas ada yang sama-sama sebagai penyaji melodi, ada pula yang telunjuk kanan sebagai penyaji melodi serta telunjuk kiri sebagai penyaji bass dan lain-lain. Artinya tergantung pada kebutuhan musikainya. 
  2. Teknik Dijambret adalah petikan kacapi yang posisi dan gerakan jarinya terutama jari-jari tangan kanan, membunyikan tiga buah nada secara bersamaan, dengan menggunakan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah. Sedangkan posisi dan gerakan tangan kiri (ibu jari dan telunjuk) Fungsi dari kedua tangan tersebut masing-masing sebagai penyaji iringan (tangan kanan) dan penyaji bass(tangan kiri). Teknik dijambret biasanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu Sunda yang berirama mars (tempo cepat). Secara praktis, teknik dijambret hanya memiliki satu motif. 

Artikel Terkait