Thursday, 8 March 2018

Artikel Fungsi Gong Sebagai alat musik Tradisional

loading...
Fungsi Gong Sebagai alat musik Tradisional. Indonesia adalah negara yang terdiri dari banyak suku serta kaya akan keanekaragaman adat istiadat termasuk alat musik. Berikut adalah penjelasan singkat tentang alat musik tradisional GONG.

Secara umum Gong merupakan alat musik yang terbuat dari leburan logam (perunggu dengan tembaga) dengan permukaan yang bundar (dengan atau tanpa Pencu). Gong dapat di gantung pada bingkai atau diletakkan berjajar pada rak, atau bisa ditempatkan pada permukaan yang lunak seperti tikar. Selain itu ada juga gong genggam yang dimainkan sambil berjalan ataupun menari. Gong yang memiliki suara rendah, ditabuh dengan pemukul kayu yang ujungnya di balut dengan karet, katun, atau benang. 


Seperti dikutip Dari Wikipedia bahasa Indonesia, Gong adalah merupakan sebuah alat musik pukul yang terkenal di Asia Tenggara dan Asia Timur. Gong ini digunakan untuk alat musik tradisional. Gong yang telah ditempa belum dapat ditentukan nadanya. Nada gong baru terbentuk setelah dibilas dan dibersihkan. Apabila nadanya masih belum sesuai, gong dikerok sehingga lapisan perunggunya menjadi lebih tipis.

Gong  dimainkan dengan cara ditopang oleh kelima jari dan dimainkan dengan cara dipukul sebuah stik pendek. Cara memegang kkwaenggwari menggunakan lima jari ini ternyata memiliki kegunaan khusus, karena satu jari (telunjuk) bisa digunakan untuk meredam getaran gong dan mengurangi volume suara denting yang dihasilkan.
 

Fungsi alat musik gong adalah dimainkan sebagai bagian dari upacara keluarga, masyarakat, kerajaan, dan keagamaan. Selain dikenal sebagai alat musik, gong dianggap sebagai harta , mas kawin, pusaka, lambang status pemilik, perangkat upacara, dan lainnya. Jumlah gong sering kali lebih penting dari nadagong (gong sebagai simbol/ritual), gong sebagai alat komunikasi antarwarga. 

Berikut adalah fungsi Gong diberbagai wilayah di indonesia seperti 
  1. Di Jawa alat musik gong dimainkan saat kematian seseorang atau anggota kerajaan tidak diperbolehkan, namun pada daerah lain bisa dimainkan pada upacara kematian. Musik Gong sebagai koran Desa, diSumba. Seorang pemain gong diperbolehkan untuk memainkan lagu kematian meski tidak ada orang di desa yang meninggal, namun setelah memainkan lagu tersebut pemain gongharus memainkan lagu yang riang. Mereka menjelaskan bahwa suara gong yang terdengar jauh menginformasikan kepada penduduk di daerah sekitar itu untuk melayat, namun jika lagu riang segera dimainkan maka mereka tidak perlu melayat. 
  2. Di Bali, sebagai alat musik yang berhubungan dengan ritual keagamaan. 
  3. Di Jawa Tengah, sebagai alat musik saat perayaan agama Islam, gong dimiliki oleh masyarakat atau lembaga tertentu. 
  4. Di Minangkabau digunakan pada pesta – pesta pernikahan atau selamatan, 
  5. Didaerah Jawa Barat digunakan untuk acara sekuler membawa acara keningratan dan tidak dimiliki olehsemua orang. 
  6. Di Kalimantan, Sulawesi dan NTT, gong dimainkan untuk acara pengobatan,kematian, maupun pernikahan namun dimiliki oleh semua orang.

Artikel Terkait