Saturday, 14 July 2018

Tarian Tradisional Dari Bengkulu Dan Penjelasannya



Cintaindonesia.web.id - Provinsi Bengkulu merupakan sebuah provinsi di Indonesia yang letaknya berada di Barat Daya Pulau Sumatera. Provinsi ini sebenarnya adalah provinsi yang sangat kaya akan sumber daya. Selain kaya akan hasil pertanian dan juga pertambangan, provinsi yang berdiri sejak pada tanggal 18 November 1968 ini ternyata juga mempunyai kekayaan budaya yang bersumber dari warisan para nenek moyangnya.

Kekayaan nilai-nilai budaya adat Provinsi Bengkulu yang sudah terpupuk semenjak dahulu masih dapat kita temukan hingga saat ini, salah satunya adalah tarian tradisionalnya. Nah apa sajakah tarian tradisional dari Bengkulu tersebut? Berikut ini penjelasannya


1. Tari Andun

Tarian ini termasuk ke dalam jenis tarian pergaulan yang umumnya ditampilkan oleh para penari pria dan penari wanita. Menurut sejarahnya, Tari Andun dahulunya merupakan salah satu tarian tradisi dari masyarakat Bengkulu yang sering ditampilkan di acara adat, terutama di acara pesta panen raya.

Tarian tradisional ini dilakukan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dari masyarakat terhadap hasil panen yang mereka dapatkan. Di dalam acara tersebut biasanya akan diikuti oleh semua masyarakat, terutama para pemuda-pemudi. Konon katanya selain menjadi tarian pergaulan, tarian tradisional ini juga menjadi media mencari pasangan hidup atau jodoh bagi para kaum muda.

Dalam pertunjukannya, jumlah dari para penari tarian ini biasanya disesuaikan dengan kondisi dan juga kebutuhan. Untuk upacara adat, siapa pun diperbolehkan untuk ikut menari, tetapi harus menyesuaikan dengan tempat menari. Sedangkan untuk pertunjukan tari, umumnya jumlah penari akan disesuaikan dengan kelompok tari atau sanggar yang akan menampilkannya.

2. Tari Ganau

Tari Ganau merupakan tarian tradisional dari Bengkulu yang dimainkan oleh sekelompok penari wanita dan laki-laki. Dalam pertunjukannya, tarian ini pada umumnya akan diiringi oleh musik tradisional khas Bengkulu, seperti rebab, mandolin, dan kendang. Sedangkan untuk irama lagunya akan memakai irama khas melayu. Untuk tariannya, dimulai dengan tempo gerakan yang lambat dan kemudian diakhiri dengan gerakan yang cepat serta menghentak-hentak. Gerakan tangan dan melompat serta formasi yang harmonis dengan diiringi musik merupakan ciri khas pada tarian ini.

3. Tari Kejei

Tari Kejei adalah kesenian rakyat Rejang yang dilakukan disetiap musim panen raya datang. Tarian ini dimainkan oleh para pemuda-pemudi di pusat-pusat desa ketika di malam hari dan di tengah-tengah penerangan lampion. Dalam pertunjukannya, tarian ini akan diiringi oleh alat musik berupa kulintang, seruling dan gong.

Tari Kejei dimainkan sekelompok orang yang dengan membentuk sebuah lingkaran dan saling berhadap-hadapan searah dengan jarum jam. Tarian tradisional ini pertama kali dicatat oleh Hassanuddin Al-Pasee, yaitu seorang pedagang Pasee yang sedang berniaga ke Provinsi Bengkulu ditahun 1468. Namun, ada juga keterangan dari Fhathahillah Al Pasee, yang ditahun 1532 berkunjung ke Provinsi Bengkulu.

Tari Kejei ini dipercaya telah ada sebelum kedatangan para biku dari Majapahit. Sejak para biku tersebut datang, alat musik pengiringnya diganti dengan alat musik yang terbuat dari logam, seperti yang kerap dipakai hingga saat ini. Acara kejei dilakukan didalam masa yang panjang, bisa sampai dengan 3 bulan, 9 bulan, 15 hari atau hanya 3 hari secara berturut-turut.

Tarian ini merupakan tarian sakral yang dipercaya oleh masyarakat mengandung nilai-nilai mistik, sehingga hanya dilaksanakan masyarakat Rejang Lebong di dalam acara penyambutan para biku, perkawinan, dan adat marga. Pelaksanaan pun akan disertai dengan pemotongan kerbau atau sapi sebagai syaratnya.

4. Tari Persembahan Rejang

Tari Penyambutan Rejang merupakan tarian tradisional yang terinspirasi dari Tari Kejai, yaitu tarian sakral dan agung di Tanah Rejang. Tarian ini merupakan tarian kreasi baru yang diatur dengan sedekat mungkin dengan Tari Kejai. Dalam pertunjukannya, biasanya tarian ini akan diiringi oleh alat musik tradisional khas dari Suku Rejang, seperti gong dan kalintang. Sedangkan untuk irama lagunya biasanya akan akan memakai irama lagu Lalan belek dan Tebo Kabeak.


5. Tari Lanan Belek

Tari Lanan Belek merupakan tarian tradisional yang diangkat berdasarkan cerita rakyat Provinsi Bengkulu. Tarian ini menceritakan tentang seorang bidadari yang tertinggal di bumi disebabkan selendangnya yang hilang. Selendang itu diambil oleh seorang pemuda yang ketika itu sang bidadari dan temannya sedang mandi.

Seorang bidadari tersebut pun terpaksa tinggal dibumi dikarenakan tidak dapat kembali ke khayangan tanpa memakai selendang. Pada akhirnya sang bidadari pun hidup bersama dengan pemuda tersebut, tetapi saat selendangnya sudah ditemukan, sang bidadari pun kembali kekhayangan dan meninggalkan si pemuda yang hidup dengannya. Dari cerita rakyat Provinsi Bengkulu tersebutlah diangkat menjadi sebuah tarian tradisional yang diberi nama "Tari Lenan Belek".




Patut Kamu Baca:

Artikel Terkait