Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Tari Kelompok Yang ada di Indonesia

Setelah sebelumnya penulis membahas mengenai Tari Kelompok Beserta Komposisi dan Teknik Geraknya, pada kesempatan ini penulis akan kembali membahas tari kelompok. Yaitu mengenai tarian - tarian yang termasuk kategori tari kelompok.

Untuk menambah pengetahuan tentang tari kelompok, berikut 5 contoh tari kelompok yang tersebar di Indonesia :

1. Tari Bedhaya Ketawang, dari Yogyakarta
Contoh Tari Kelompok Yang Tersebar di seluruh Indonesia
Tarian Bedhaya Ketawang
Tarian Bedhaya Ketawang merupakan tarian sakral yang rutin dibawakan dalam istana sultan Jawa (Keraton Yogyakarta dan Keraton Solo). Disebut juga tarian langit, bedhaya ketawang merupakan suatu upacara yang berupa tarian dengan tujuan pemujaan dan persembahan kepada Sang Pencipta. Pada awal mulanya di Keraton Surakarta, tarian Bedhaya Ketawang ini hanya diperagakan oleh tujuh wanita saja. Namun karena tarian ini dianggap tarian khusus yang amat sakral, jumlah penari kemudian ditambah menjadi sembilan orang. Sembilan penari terdiri dari delapan putra - putri yang masih ada hubungan darah dan kekerabatan dari keraton serta seorang penari gaib yang dipercaya sebagai sosok Nyai Roro Kidul.

Bedhaya Ketawang  ini diciptakan oleh Raja Mataram  ketiga, Sultan Agung (1613-1646) dengan latar belakang mitos percintaan raja Mataram pertama (Panembahan Senopati) dengan Kanjeng Ratu Kidul (penguasa laut selatan).
 


2. Tari Serimpi, dari Jawa Tengah
Contoh Tari Kelompok Yang Tersebar di seluruh Indonesia
Tarian Serimpi
Tari serimpi merupakan tari klasik yang berasal dari Jawa Tengah. Tari klasik sendiri mempunyai arti sebuah tarian yang telah mencapai kristalisasi keindahan yang tinggi dan sudah ada sejak zaman masyarakat feodal serta lahir dan tumbuh di kalangan istana.

Kebudayaan tari yang sudah banyak dipentaskan ini memiliki gerak gemulai yang menggambarkan kesopanan, kehalusan budi, serta kelemah lembutan yang ditunjukkan dari gerakan yang pelan serta anggun dengan diiringi suara musik gamelan. Tari serimpi Jawa ini dinilai mempunyai kemiripan dengan tari Pakarena dari Makasar, yakni dilihat dari segi kelembutan gerak para penari.

Sejak dari zaman kuno, tari Serimpi sudah memiliki kedudukan yang istimewa di keraton - keraton Jawa dan tidak dapat disamakan dengan tari pentas yang lain karena sifatnya yang sakral. Dulu tari ini hanya boleh dipentaskan oleh orang - orang yang dipilih keraton. Serimpi memiliki tingkat kesakralan yang sama dengan pusaka atau benda-benda yang melambang kekuasaan raja yang berasal dari zaman Jawa Hindu, meskipun sifatnya tidak sesakral tari Bedhaya.


3. Tari Pakarena, dari Sulawesi Selatan
Contoh Tari Kelompok Yang Tersebar di seluruh Indonesia
Tarian Pakarena
Tari Pakarena merupakan tarian tradisional dari Sulawesi Selatan yang diiringi oleh 2 (dua) kepala drum (gandrang) dan sepasang instrument alat semacam suling (puik -puik). Selain tari pakarena yang selama ini dimainkan oleh maestro tari pakarena Maccoppong Daeng Rannu (alm) di kabupaten Gowa, juga ada jenis tari pakarena lain yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu Tari Pakarena Gantarang. Disebut sebagai Tari Pakarena Gantarang karena tarian ini berasal dari sebuah perkampungan yang merupakan pusat kerajaan di Pulau Selayar pada masa lalu yaitu Gantarang Lalang Bata. Tarian yang dimainkan oleh kurang lebih empat orang penari perempuan ini pertama kali ditampilkan pada abad ke 17 tepatnya tahun 1903 saat Pangali Patta Raja dinobatkan sebagai Raja di Gantarang Lalang Bata.


4. Tari Janger, dari Bali
Contoh Tari Kelompok Yang Tersebar di seluruh Indonesia
Tarian Janger
Tari Janger merupakan salah satu tari Bali yang terpopuler. Tarian ini diciptakan pada tahun 1930 an. Janger adalah tari pergaulan muda mudi Bali. Tari ini dibawakan oleh 10 penari yang berpasangan, yaitu kelompok putri (janger) dan putra (kecak). Mereka menari sambil menyanyikan Lagu Janger secara bersahut-sahutan.

Gerakan Janger sederhana namun ceria dan bersemangat. Musik yang menjadi latar belakang tari adalah Gamelan Batel atau Tetamburan dan gender wayang.

Tari Janger merupakan jenis tari kreasi yang lebih baru, Janger diadaptasikan dari aktivitas para petani yang menghibur diri karena lelah bekerja. Lirik lagunya diadaptasikan dari nyanyian Sanghyang, sebuah tarian ritual. Jika dikategorikan dalam Tari Bali, Janger termasuk Tari Balih-balihan, tarian yang memeriahkan upacara maupun untuk hiburan.

Karena populernya, pada tahun 1960 an, Janger mulai dipentaskan dalam kegiatan berbagai partai politik, tak terkecuali PKI. Kelompok - kelompok tari Janger mendukung kampanye pemutusan hubungan RI dengan Malaysia pada tahun 1963. Presiden Soekarno memberi banyak perhatian kepada tari ini, salah satunya dengan membawa penari - penari Janger pentas di Istana Tampaksiring. Setelah peristiwa G30S/PKI terjadi, banyak seniman janger yang dianggap berpihak kepada PKI dibunuh dan dikucilkan. Masa ini merupakan periode kejatuhan Tari Janger. Baru pada tahun 1970 an, popularitasnya kembali naik.


5. Tari Gantar, dari Kalimantan Timur
Contoh Tari Kelompok Yang Tersebar di seluruh Indonesia
Tarian Gantar
Tari Gantar merupakan jenis tarian pergaulan antara muda mudi yang berasal dari Suku Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Tarian ini melambangkan kegembiraan dan juga keramah tamahan suku Dayak dalam menyambut tamu yang datang berkunjung, baik sebagai wisatawan, investor, atau para tamu yang dihormati. Tamu - tamu bahkan diajak ikut menari bersama para penari.
 
Baca Juga:

Senjata Tradisional Jambi Berikut Penjelasan dan Gambarnya



Dahulunya tari ini hanya ditarikan pada saat upacara adat saja, menurut versi cerita yang lain bahwa tari gantar merupakan tarian yang dilaksanakan pada saat upacara pesta tanam padi. Properti tari sebuah tongkat panjang tersebut adalah kayu yang digunakan untuk melubangi tanah pertanian dan bambu pendek adalah tabung benih padi yang siap ditaburkan pada lubang tersebut. Gerakan kaki dalam tari ini menggambarkan cara menutup lubang tanah tersebut. Muda - mudi dengan suka cita menarikan tari tersebut dengan harapan panen kelak akan berlimpah ruah hasilnya.

Tari ini biasanya dilakukan bergantian oleh anggota masyarakat Suku Dayak Tunjung dan Benuaq. Versi lain juga beredar dalam masyarakat bahwa dahulunya Tari Gantar adalah merupakan tari sakral yang hanya boleh ditarikan saat para pahlawan pulang dari medan peperangan. Tari ini sebagai penyambut kedatangan mereka dan ditarikan oleh gadis - gadis remaja. Properti tongkat panjang adalah sebuah sumpit dan diberi hiasan kepala atau tengkorak musuh (digantungkan) yang telah dibunuh oleh para pahlawan. Sedangkan bambu kecil merupakan peraga untuk mengimbangi gerak tari.
 
Searches related to Contoh Tari Kelompok

  • contoh tari massal
  • contoh tari berpasangan dan asal daerahnya
  • contoh tari kelompok dari jawa tengah
  • ciri ciri tari kelompok
  • contoh tari kelompok dari bali
  • tari kelompok dari sumatera selatan
  • contoh tari kelompok daerah aceh
  • tarian berkelompok dari jawa barat

Post a comment for "Contoh Tari Kelompok Yang ada di Indonesia"

Loading...
loading...