Saturday, 8 September 2018

Tari Bedoyo Wulandaru, Tarian Tradisional Dari Jawa Timur

loading...
Tari Bedoyo Wulandaru, Tarian Tradisional Dari Banyuwangi Provinsi Jawa Timur

Tari Bedoyo Wulandaru adalah tarian tradisional yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Tarian ini merupakan perwujudan rasa bahagia dari masyarakat pada saat menyambut kedatangan tamu besar yang datang kesana. Tari Bedoyo Wulandaru ini merupakan salah satu tarian tradisional yang terkenal di Banyuwangi, Jawa Timur.

Sejarah Tari Bedoyo Wulandaru

Menurut beberapa sumber sejarah yang ada, pada zaman dahulu Tari Bedoyo Wulandaru digunakan oleh masyarakat Blambangan dalam menyambut kedatangan rombongan dari Prabu Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajahmada yang berkunjung ke wilayah mereka. Tari Bedoyo Wulandaru ini merupakan ungkapan rasa gembira dari masyarakat Blambangan dalam menyambut tamu agung tesebut dan kemudian diberi nama  Tari Bedoyo Wulandaru.

Nama dari Tari Bedoyo Wulandaru ini sendiri merupakan gabungan dari kata bedoyo dan kata wulandaru. Kata bedoyo ini sendiri merujuk pada sebutan para penari wanita yang membawakan tarian ini. Sementara pada kata wulandaru merupakan gabungan dari kata wulan dan ndaru. Didalam bahasa jawa, kata wulan ini artinya bulan yang dimaknai sebagai penerang dalam kegelapan, sedangkan kata ndaru ini sendiri artinya bintang jatuh yang dimaknai tanda keberuntungan. Sehingga melalui tarian ini dapat dilihat bahwa masyarakat Blambangan dalam menganggap tamu agung mereka sebagai sinar bulan yang terang dan juga keberuntungan bagi mereka.

Pertunjukan Tari Bedoyo Wulandaru

Pertunjukan Tari Bedoyo Wulandaru
Pertunjukan Tari Bedoyo Wulandaru

Gerakan dalam Tari Bedoyo Wulandaru ini sendiri merupakan kreasi dari pengembangan Tari Gandrung dan Sabang dari Banyuwangi, Jawa Timur. Begitu pun dengan musik pengiring yang digunakan dalam tarian ini juga tidak jauh berbeda, namun terdapat beberapa penambahan sebagai kreasi dan juga pengembangan. Sesuatu yang unik terlihat dibagian akhir pertunjukan, dimana para penari akan melemparkan beras kuning dan uang logam layaknya disebuah ritual. Hal ini memiliki arti tersendiri. Beras kuning yang ditaburkan ini dipercaya untuk mengusir segala bala dan gangguan. Sedangkan pada uang logam untuk mengikat hati masyarakat agar hati rakyat tetap akan mendukung dan patuh kepada raja atau pemerintah yang sedang berkuasa.

Busana Tari Bedoyo Wulandaru

Dalam pertunjukannya, penari ini menari dengan indah dan cantik dengan balutan busana layaknya seorang putri keraton pada zaman dahulu. Pada bagian kepala penari akan menggunakan mahkota yang penuh dengan hiasan bunga-bunga. Pada bagian atas tubuh akan menggunakan kain seperti kemben yang setinggi dada. Pada bagian bawah akan menggunakan kain panjang hingga mata kaki. Selain itu juga akan dilengkapi berbagai aksesoris seperti gelang serta ikat pinggang dengan corak berwarna emas dan bunga-bunga. Dan tidak lupa selendang yang disematkan pada bagian depan dalam menari. Busana yang digunakan para penari Tari Bedoyo Wulandaru ini identik dengan warna hijau. Warna hijau ini melambangkan kesuburan dan kemakmuran. Selain itu juga ada warna merah dan emas yang tentunyamempunyai makna tersendiri.

Perkembangan Tari Bedoyo Wulandaru

Dalam perkembangannya, tarian ini masih terus dilestarikan serta dipelajari melalui sanggar budaya dan pendidikan. Selain itu juga Tari Bedoyo Wulandaru ini sering diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui acara seperti festival budaya dan penyambutan tamu besar yang sedang datang ke Banyuwangi.




Patut Kamu Baca:

Artikel Terkait