Tuesday, 4 September 2018

Tari Golek Menak, Tarian Tradisional Klasik Dari Yogyakarta

loading...

Tari Golek Menak, Tarian Tradisional Klasik Dari Yogyakarta

Tari Golek Menak adalah salah satu tarian klasik yang terinspirasi dari gerakan Wayang Golek Menak. Tarian ini merupakan tarian klasik tradisional yang berasal dari Yogyakarta yang memiliki nilai seni tinggi. Tarian ini diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dikarenakan kecintaan dan kekagumannya kepada Wayang Golek Menak.

Dinamakan Tari Golek Menak ini karena tarian ini terinspirasi oleh pertunjukan dari Wayang Golek Menak. Sesuai dengan namanya, gerakan, alur cerita, tata busana dan juga tokoh pada Tari Golek Menak ini diwujudkan dalam Tari Golek Menak ini. Sehingga dalam tarian ini dapat dikatakan salah satu tarian yang mempunyai nilai seni yang tinggi.


Sejarah Tari Golek Menak

Menurut sejarahnya, Tari Golek Menek ini mulai diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX ditahun 1941. Dalam melaksanakan idenya itu, Sri Sultan tersebut mengajak para pakar tari dan beberapa lembaga tari di Provinsi Yogyakarta. Dalam proses penciptaan tarian ini memakan waktu yang cukup lama, karena dalam menirukan gerakan dari setiap tokoh pada Wayang Golek Menak ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Tarian ini mulai mendapatkan bentuk sempurnanya ditahun 1989. Sebelum Sri Sultan sempat menyaksikan hasil dari penyempurnaan tarian ini, beliau sudah wafat terlebih dahulu.

Untuk memenuhi permintaan dari Sri Sultan hamengkubuwono IX, tim penyempurnaan dari Tari Golek Menak ini menggelar sebuah pertunjukan untuk pertama kalinya setelah tarian ini disempurnakan. Dalam pagelaran itu juga ditampilkan Wayang Golek Menak serta drama Tari Golek Menak dengan tema yang sama yakni kelaswara palakrama atau sebuah perkawinan antara kelaswara dengan Wong Agung Jayengrana. Pagelaran penyempurnaan tarian tersebut telah berhasil dipertunjukan seperti yang diinginkan oleh Sri Sultan. Namun untuk tata busana yang diinginkan Sri Sultan membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga didalam pertunjukan tersebut, busana yang dipakai pun masih menggunakan busana yang belum disempurnakan yang hanya dengan tambahan dan juga modifikasi seperlunya. Seiring dengan perkembangannya zaman, tarian ini terus dikembangkan sampai mencapai seperti bentuknya yang saat ini.

Pertunjukan Tari Golek Menak

Pertunjukan Tari Golek Menak
Pertunjukan Tari Golek Menak

Dalam pertunjukannya, para penari menari dengan gerakan disesuaikan dengan tokoh yang diperankan, karena setiap tokoh tentunya mempunyai gerakan tersendiri. Gerakan dalam tarian ini lebih didominasi gerakan patah-patah seperti halnya gerakan wayang golek. Gerakan tangan, bahu, kepala, kaki dan juga pinggul yang mengikuti iringan musik pengiring atau gendhing pengiring. Gerakan dalam tarian ini mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. Dalam memainkan tarian ini, para penari harus memiliki keluwesan dalam menari dan juga memiliki dasar gerak yang kuat.

Busana Tari Golek Menak

Dalam pertunjukan, para penari dibalut busana seperti baju bludru lengan panjang pada bagian atas dan celana cindhe dibagian bawah. Selain itu aksesoris yang digunakan seperti mahkota, sumping, gelang, kalung dan juga keris yang diselipkan dibagian depan. Tata busana dan rias untuk setiap para penari pada tarian ini disesuaikan dengan tokoh yang dibawakannya.

Perkembangan Tari Golek Menak

Dalam perkembangannya, tarian ini terus dilestarikan oleh beberapa sanggar tari dan juga sekolah seni tari yang ada di Provinsi Yogyakarta. Tarian ini sering ditampilkan diberbagai acara keraton dan acara budaya di Provinsi Yogyakarta.




Patut Kamu Baca:

Artikel Terkait