Sunday, 2 September 2018

Tarian Jonggan, Tarian Tradisional Dari Provinsi Kalimantan Barat

loading...

Tarian Jonggan, Tarian Tradisional Dari Provinsi Kalimantan Barat

Tari Jonggan adalah kesenian tradisional yang berasal dari Provinsi Kalimantan Barat. Tarian ini menggambarkan suka cita dan juga kebahagiaan didalam pergaulan masyarakat dayak. Tarian Jonggan ini berasal dari kebudayaan masyarakat suku Dayak kanayant di Provinsi Kalimantan Barat. Nama jonggan ini sendiri diambil dari bahasa dayak yang artinya joget atau menari.


Sejarah Tarian Jonggan

Menurut beberapa sumber yang ada, tarian ini mulai muncul pada tahun 1950-an di Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan barat. Tarian ini awalnya digunakan sebagai hiburan masyarakat suku dayak pada berbagai acara adat disana. Gerakan dalam tarian ini menggambarkan sebuah rasa sukur dan suka cita masyarakat suku dayak yang dilampiaskan dalam menari. Tarian ini sering ditampilkan pada acara besar seperti acara pernikahan, penyambutan tamu, acara gawai dan lain-lain. Tidak jarang pada tarian ini para penari akan mengajak penonton untuk ikut menari bersamanya.

Sebelum Tari Jonggan dipentaskan maka dilakukan ritual khusus terlebih dahulu. Ritual ini biasa disebut dengan nyangahant yang artinya berdoa. Ritual ini dilakukan untuk meminta perlindungan kepada Tuhan supaya pertunjukannya berjalan lancar. Acara tersebut diawali dengan bapamang, yakni penyampaian doa hajat oleh pemimpin upacara didepan sesaji yang sudah disiapkan.

Pertunjukan Tarian Jonggan

Dalam pertunjukannya penari dibalut dengan busana kebaya, paca dan juga selendang. Paca ini merupakan pakaian berbentuk kain batik yang panjang. Kostum yang digunakan dalam tarian ini sangat sederhana dan juga tidak banyak memakai aksesoris sdan artibut. Pada penari Tari Jonggan lebih mengutamakan kenyamanan dalam berpakaian tapi tetap menampilkan keindahan pada saat menarinya.

Kostum Tari Jonggan

Tarian Jonggan biasanya dimainkan oleh beberapa penari yang berjumlah 5 sampai 7 orang. Pada beberapa saat setiap penari biasanya didamping oleh para penonton yang diajak menari diatas panggung. Tarian jonggan juga diiringi oleh musik tradisional seperti gadobong (gendang), dau (gamelan), dan juga suling bambu. Selain itu tarian ini juga diiringi dengan lagu yang menggambarkan kegembiraan dan suka cita dari masyarakat dayak.

Pengiring Tarian Jonggan

Lagu dalam iringan ini terdapat 2 jenis, yakni lagu irama lembut dan irama lincah. Pada iringan lagu lembut biasanya memakai lagu seperti lagu we jonggan, we ola dan dayakng male ‘en, sedangkan pada irama lincah akan memakai lagu kasih sayang dan pak unjank. Pada dasarnya lagu pada tarian ini berbentuk pantun. Salah satu keunikan pada tarian ini adalah selain mengajak para penonton untuk menari, penonton yang ikut menari juga akan ikut berbalas pantun tersebut, namun untuk membalas pantun tersebut haruslah sesuai dengan tema yang disampaikan. Sehingga tarian ini merupakan tarian yang interaktif dan juga komunikatif.

Perkembangan Tarian Jonggan

Tarian Jonggan ini tidak hanya untuk hiburan saja tapi sebagai ungkapan dari rasa syukur masyarakat kepada Tuhan. Seiring dengan perkembangan zaman, tarian ini mulai kurang diminati oleh masyarakat. Untuk melestarikannya pemerintah daerah menjadikannya tarian ini salah satu warisan budaya sebagai tarian tradisional dari Kalimantan barat. tarian ini dapat kita temukan diberbagai acara adat seperti penyambutan tamu besar, gawai dan juga festival budaya.





Patut Kamu Baca:

Artikel Terkait