Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gaya dan Corak Karya Seni Rupa Daerah Setempat Maupun Karya Seni Rupa Murni Indonesia

Via: Materismk.my.id
Setiap karya seni rupa di berbagai daerah memiliki keunikan tersendiri. Seni rupa sendiri adalah ekspresi estetik hasil karya manusia.

Secara umum, karya seni rupa daerah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Bersifat kedaerahan. Karya seni rupa tersebut muncul dari kondisi daerah masing-masing.
  • Dipengaruhi oleh budaya dan latar belakang sejarah suatu wilayah. Misalnya karya seni rupa daerah mengandung simbol-simbol dan bermakna. Seni rupa daerah seringkali digunakan untuk upacara adat, agama, atau kebutuhan sehari-hari. Seni rupa daerah dibuat dari bahan alam yang berasal dari lingkungan.
  • Corak dan motifnya dipengaruhi oleh kondisi fisik atau geografi suatu daerah, dipengaruhi juga oleh corak seni tradisional masyarakat setempat.



Jawaban lain dikemukakan berbagai orang di forum tanya-jawab Brainly, bahwa ciri-ciri umum karya seni rupa daerah sebagai berikut:
  • Menonjolkan Sifat kedaerahan
  • Karya Seni yang diciptakan terpengaruh oleh budaya atau sejarah dari daerah tertentu
  • Memiliki Corak atau motif yang khas dari daerah tertentu, Khas yang dimaksud disini bisa saja motif atau corak yang ditampilkan sesuai dengan kondisi geografis daerah tertentu
  • Corak atau Motif yang ditampilkan biasanya bersifat tradisional

 Pengungkapan gagasan menjadi suatu karya seni secara garis besar terdapat dua corak antara lain sebagai berikut :
  • Corak figuratif adalah memanfaatkan benda - banda yang ada di sekeliling atau figur benda yang ada seperti manusia, binatang, tumbuhan dan sebagainya. Corak gaya figuratif mengembangkan sesuai dengan daya kreatifnya dari bentuk suatu figur dengan tidak menghilangkan corak figur yang menjadi obyek karya seni rupa.
  • Corak non figuratif ini tidak mengambil figur yang ada di alam melainkan adalah corak abstrak atau hasil kreatif dari seorang seniman melalui ide - ide dan imajinasi seniman. Untuk mengetahui tema karya seni rupa sangat sulit dan hanya seniman penciptanya yang mengetahui isi dari karya seni rupa yang diciptakan.

Lukisan figuratif dan nonfiguratif

Dari masing - masing karya seni yang telah diciptakan oleh seniman memiliki kekhasan gaya pada coraknya atau gaya yang digunakan karena tidak terlepas dari pengaruh dari tiap daerah. Adapun contoh lukisan atau karya seni lukis yang berasal dari Yogyakarta dengan corak lukisan yang berasal dari daerah Cirebon dengan perwujudan karya seni misal motif batik daerah Yogyakarta dengan Cirebon memiliki perbedaan corak.
Karya seni lukis yang dipengaruhi oleh nilai budaya daerah setempat misalnya seni lukis pada tahun 1970 pada umumnya menggunakan gaya lukisan realisme nonromatisme karena seperti obyek - obyek yang digambar seperti gambaran suasana pedesaan , hiburan desa dan kehidupan rakyat sehari - hari yang terjadi pada tahun tersebut, sehingga gambar kehidupan rakyat tersebut sangat mewakili kehidupan rakyat setempat. 
Perkembangan gaya serta corak pada tahun 1980 - an pada minat seniman dengan menggunakan gaya realis secara surealis mulai berkembang juga gaya - gaya abstrak yang secara bersamaan mulai berkembang atau mengalami kemajuan.

Dalam penciptaan seni abstrak seni tradisional merupakan sebuah referensi dalam perkembangan seni abstrak. Seperti yang telah diulas merupakan gaya yang digunakan oleh para seniman Yogyakarta pada tahun 1970 - 1980 an, dan pada daerah lain tentunya memiliki perbedaan dan gaya yang khas serta keunikan yang berbeda.


Gaya atau Corak Karya Seni Rupa Murni Indonesia

Di Indonesia, gaya atau aliran dalam seni rupa murni dapat dibagi, antara lain gaya primitif, gaya klasik, dan gaya modern.

1. Gaya primitif
Karya seni zaman primitif bersifat alami dengan media sederhana seperti lukisan yang ditemukan pada dinding gua. Gaya seni primitif juga tampak pada seni patung pedalaman, misalnya pada patung-patung tradisional di Papua, Suku Dayak di Kalimantan, serta di Toraja. Karya- karya pahat tersebut cenderung statis dan berbeda dengan seni pahat di Jawa, Bali, dan Sumatra yang dinamis dan dekoratif, karena dipengaruhi budaya Hindu, Buddha, dan Islam.

2. Gaya klasik
Gaya seni rupa klasik merupakan peninggalan dari periode Hindu, Buddha, dan Islam. Peninggalan zaman Hindu-Buddha, antara lain berupa bangunan candi, seni hias, patung, dan relief. Karya seni rupa yang dihasilkan pada zaman Islam umumnya bercorak dekoratif dan stilasi. Warisan budaya seni rupa Islam berupa arsitektur bangunan masjid, seni hias kaligrafi, seni ukir, seni pahat batu nisan, serta batik dan wayang.

3. Gaya modern
Karya seni rupa murni yang bermunculan pada zaman modern, antara lain seni bangunan, seni patung, dan seni lukis. Beragam aliran seni rupa yang berkembang di Eropa pun mulai populer di Indonesia. Aliran dalam seni rupa yang berkembang di Indonesia tersebut, di antaranya sebagai berikut.
  • Romantisme, yaitu ciri lukisan yang menggambarkan adegan dramatis serta kaya perpaduan warna kontras. Tokoh aliran ini di Indonesia dipelopori oleh Raden Saleh. 
  • Naturalisme, yaitu ciri lukisan yang mengambil objek keindahan alam. Sekumpulan pelukis aliran naturalis di Indonesia diawali adanya kelompok Moi Indie, antara lain Rudolf Bonnet, Le Mayeur, Locatelli, Abdullah Soerjo Soebroto, Basoeki Abdullah, Wakidi, dan R.M. Pirngadi.
  • Realisme, yaitu ciri lukisan yang penggambaran objeknya sesuai keadaan yang sebenarnya. Tokohnya ialah Trubus, S. Sudjojono, Agus Jaya Suminta, Dullah, Tarmizi, dan Suromo.  
  • Impresionisme, yaitu ciri lukisan bertemakan alam yang dibuat secara langsung dan cepat, berdasarkan kesan pencahayaan, garis, dan warna. Tokoh aliran ini ialah Zaini dan Affandi.
  • Ekspresionisme, yaitu ciri lukisan yang penggambaran bentuknya cenderung menyimpang dari wujud aslinya. Lukisan ini merupakan hasil ungkapan perasaan pelukisnya yang dibuat secara spontan. Tokohnya ialah Affandi, Rusli, dan Srihadi Sudarsono. 
  • Abstrak, yaitu ciri lukisan hasil ungkapan batin pelukisnya dengan bentuk penggambaran objek yang tidak dikenali lagi (hanya pelukisnya yang tahu). Pelukis aliran abstrak ialah Nashar, Fajar Sidik, Handrio, Hans Hartung, Zaini, dan A. D. Pirous.
  • Klasikisme atau Dekoratif, yaitu ciri lukisan yang penggambaran bentuknya dibuat sedemikian rupa (dengan penggayaan) sehingga terkesan indah dan elok. Tokoh aliran ini ialah Kartono Yudhokusumo dan Amri Yahya
  •  Pointilisme, yaitu ciri lukisan yang dibentuk dari kumpulan titik warna, dan jika dilihat dari jarak tertentu membentuk lukisan yang realistik, ekspresif, dan artistik. Pelukis aliran ini ialah Rijaman dan Keo Budi Harijanto
  •  Kontemporer (masa kini), yaitu suatu aliran seni rupa gaya baru yang mengutamakan kebebasan berekspresi, dinamis, serta tidak terikat aturan-aturan seni klasik. Teknologi masa kini yang dipadukan dengan seni merupakan ciri khas gaya kontemporer. Seniman aliran ini ialah S. Prinka, Jim Supangkat, Nyoman Nuarta, dan Angelina P.




Penelusuran yang terkait dengan Corak Karya Seni Rupa Daerah
  • jelaskan corak karya seni naturalisme
  • 6 corak seni lukis
  • seni lukis jika ditinjau dari segi dimensinya termasuk ke dalam jenis karya seni rupa
  • corak seni daerah tradisional terdiri atas karya seni rupa
  • jelaskan bentuk bentuk seni budaya nusantara
  • yang termasuk karya seni rupa murni adalah
  • jelaskan corak karya seni primitif
  • gaya seni rupa murni daerah
  • Materi SMK

Post a comment for "Gaya dan Corak Karya Seni Rupa Daerah Setempat Maupun Karya Seni Rupa Murni Indonesia"

Loading...
loading...