Tuesday, 29 May 2018

Tari Atoni Meto, Tarian Tradisional Dari NTT

loading...
Tari Atoni Meto, Tarian Tradisional Dari Nusa Tenggara Timur (NTT)

Cintaindonesia.web.id - Tari Atoni Meto adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Tarian ini merupakan gambaran dari para pemuda Suku Dawan yang pandai berburu dengan daun lontar.

Suku Dawan merupakan salah satu suku tertua dan juga terbesar yang ada di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tanah Dawan, begitu sebutan wilayah tempat tinggal bagi suku ini. Tanah Dawan merupakan kawasan yang kering dengan curah hujan yang sangat rendah pada setiap tahunnya. Meskipun begitu, Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu kawasan yang paling dipenuhi oleh pohon silawan. Karenanya, daun lontar ini memiliki kedudukan khusus didalam berbagai bentuk kesenian dan juga tradisi masyarakat adat Suku Dawan.

Di awal pementasan, para pemuda Suku Dawan yang berambut panjang ini digambarkan sebagai manusia yang pandai berburu. Masyarakat Suku Dawan mempercayai bahwa rambut panjang akan menyimpan kekuatan yang dapat digunakan dalam berburu. Hal tersebut lah yang menjadi alasan rambut digunakan sebagai hiasan pada senjata tradisional Suku Dawan, yaitu sumpit.

Di tengah pementasan, muncul beberapa penari wanita yang seolah-olah bergembira dengan hasil buruan yang telah didapatkan oleh para pemuda Suku Dawan. Mereka berbaur didalam kegembiraan sebagai ungkapan rasa syukur terhadap hasil buruan yang melimpah. Wujud dari rasa syukur tersebut dipersembahkan kepada Uis Neno, yakni sebagai raja langit dan juga penguasa matahari. Kegembiraan tersebut menggambarkan sifat komunal yang ada di kebudayaan Suku Dawan.

Pertunjukan Tari Atoni Meto
Pertunjukan Tari Atoni Meto

Secara umum, tari kreasi atoni meto ini merupakan tarian muda-mudi yang dipentaskan oleh 4 (empat) - 6 (enam) pasang pria dan wanita. Para penari biasanya mengenakan pakaian adat khas Nusa Tenggara Timur yang telah dimodifikasi dibeberapa bagiannya. Daun lontar menjadi properti utama yang dapat diubah fungsi menjadi pelengkap pakaian yang digunakan para penari. Hal tersebut dapat dilihat ketika properti wadah air yang terbuat dari daun lontar berubah fungsi menjadi sebuah hiasan kepala wanita penari.

Gerak pada Tari Atoni Meto ini bertumpu pada gerakan kaki yang dinamis dan juga ritmis disesuaikan dengan irama musik pengiringnya yang cenderung menghentak serta bersemangat. Tari kreasi ini secara umum menggambarkan sebuah keceriaan, semangat pemuda, dan juga keeksotisan Suku Dawan yang lekat hubungannya dengan kebudayaan lontar. Tari kreasi Atoni Meto ini merupakan bentuk kesenian baru yang mempertahankan tradisi lama, sebagai upaya didalam melestarikan daun lontar sebagai sesuatu yang mempunyai keterkaitan erat dengan masyarakat nusantara.

Patut Kamu Baca:

Artikel Terkait