Monday, 25 June 2018

Keunikan Tari Gambyong Dari Jawa Tengah Dan Penjelasannya


Cintaindonesia.web.id - Tari Gambyong adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Jawa Tengah. Salah satu keunikan pada Tari gambyong ini terletak pada warna kostum yang dipakai, yaitu warna hijau dan juga kuning, sebagai simbol dari kemakmuran dan juga kesuburan. Selain itu gerakan dari para penarinya yang lemah lembut dan gemulai juga menjadi keunikan tersendiri sebab hal itu menggambarkan karekater dari para wanita Provinsi Jawa Tengah. Nah, sebelum kita mengetahui apa saja keunikan pada Tari Gambyong, mari kita mengenal secara sekilas tentang Tari Gambyong dari Provinsi Jawa Tengah ini.

Apa itu Tari Gambyong?

Asal kata Gambyong pada tarian ini awal mulanya merupakan nama seorang wanita terpilih atau wanita penghibur. Wanita penghibur tersebut pandai dalam membawakan tarian yang sangat indah dan juga lincah. Nama wanita tersebut yaitu Waranggana dengan nama "Mas Ajeng Gambyong". Beliau hidup di zaman Sinuhun Paku Nuwono IV di Surakarta, atau kurang lebih ditahun 1788 sampai dengan tahun 1820. Beliau memang terkenal di seantero Surakarta sehingga tercipatalah sebuah tarian bernama Tari Gambyong.

Namun secara istilahnya, tari gambyong ini juga bisa diartikan sebagai tarian yang dipentaskan secara tunggal atau sendirian oleh seorang wanita guna membuka sebuah pentas tari. Gambyong atau yang didalam bahasa jawa yaitu Gambyongan mempunyai makna "Boneka yang terbuat dari kayu". Gerakan para penari wanita gambyong umumnya mempunyai karakter yang lemah lembut dan juga gemulai. Hal itu sangat mencerminkan dari sikap dan juga watak dari para wanita Provinsi Jawa tengah.

Keunikan Tari Gambyong

Nah setelah mengetahui secara singkat tentang penjelasan tari Gambyong, maka kita juga harus mengetahui beberapa keunikan lainnya yang melatarbelakangi tarian tradisional ini. Keunikan tarian yang pada akhirnya menciptakan sebuah daya tarik tersendiri bagi para penontonnya. Berikut ini 6 keunikan tari Gambyong dari Jawa Tengah :
  1. Gerakan atau koreografinya selalu berpusat kepada gerakan kaki, tubuh, lengan, dan juga kepala yang halus serta terkendali. Gerakan mata juga akan mengikuti arah gerak tangan dengan berfokus di jari-jari tangannya.
  2. Pembawaan gerakan yang dibawakan oleh para penari biasanya sangatlah lemah lembut dan gemulai, yang mencerminkan sifat karakter dari para wanita di Provinsi Jawa Tengah yang mempunyai sikap dan juga watak lemah lembut.
  3. Senyuman yang anggun dan cantik dari para penarinya harus dilakukan saat sedang menari. Jadi, dalam kondisi apapun atau dalam suasana hati bagaimanapun, para penari diharuskan tetap menunjukan senyumannya yang sangat cantik
  4. Kostum atau busana yang dipakai haruslah berupa kemben dengan bahu yang terbuka sampai pada bagian dada. Sedangkan untuk bawahannya sendiri memakai kain panjang bermotifkan batik. Dan harus selalu memakai selendang di kostum tariannya.
  5. Fokus warnanya adalah warna kuning dan hijau sebagai simbol dari kemakmuran dan juga kesuburan pertanian.
  6. Gending Pangkur selalu dibawakan untuk membuka tarian.




Patut Kamu Baca:

Artikel Terkait