Cintaindonesia.web.id - Jika
kita sedang berada di Candi Sewu, kira-kira 1 kilometer ke arah timur
ada candi lain yang bernama Candi Plaosan. Candi ini dibangun oleh Raja
ke-6 Kerajaan Mataram Kuno, Rakai Pikatan, untuk salah seorang
permaisurinya yang bernama Pramudyawardani.
Orang-orang sekitar biasa menyebut Candi yang berada di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah ini dengan sebutan candi kembar. Sebutan Candi Kembar ini bukan tanpa alasan. Jika dilihat dari kejauhan, di dalam Kompleks Candi Ploasan ada 2 (dua) candi yang hampir sama. Namun, jika dilihat dari dekat, ada perbedaan yang signifikan dari kedua candi tersebut. Untuk membedakannya kedua candi itu maka masing-masing diberi nama Candi Plaosan Lor dan juga Candi Plaosan Kidul.
Candi Plaosan Lor mempunyai tinggi sekitar 21 meter dengan pintu masuknya di sebelah barat. Pada bagian tengah candi, ada halaman yang dilengkapi pendopo dengan 3 (tiga) buah altar pada sisi-sisinya.
Sementara, pada bangunan Candi Plaosan Kidul tidak jauh berbeda dengan candi Plaosan Lor. Mempunyai tinggi yang sama, disini juga ada halaman pada bagian tengahnya. Tetapi yang membedakan, Candi Plaosan Kidul dikelilingi oleh 8 (delapan) candi kecil yang terbagi menjadi 2 (dua) tingkat. Setiap tingkat terdiri dari 4 (empat) candi kecil. Selain itu, ada banyak ukiran tumbuh-tumbuhan pada pintu masuk di Candi Plaosan Kidul.
Menurut beberapa ahli, Candi Ploasan mempunyai ciri-ciri yang berbeda jika dibandingkan dengan beberapa candi lainnya yang ada di Yogyakarta. Teras candi Plaosan ini terlihat halus jika dibandingkan dengan candi-candi lainnya yang dibangun pada masa yang hampir sama. Hal itu kemudian memunculkan anggapan bahwa Candi Plaosan ini dahulunya difungsikan sebagai tempat penyimpanan naskah-naskah kanonik milik dari para Pendeta Budha.
Selain itu, satu yang menarik dari Candi Plaosan ini adalah bentuk candi yang padat dan juga eksotik. karenanya, tempat ini sering dijadikan pengambilan gambar tokoh dari pewayangan oleh para fotografer.
Orang-orang sekitar biasa menyebut Candi yang berada di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah ini dengan sebutan candi kembar. Sebutan Candi Kembar ini bukan tanpa alasan. Jika dilihat dari kejauhan, di dalam Kompleks Candi Ploasan ada 2 (dua) candi yang hampir sama. Namun, jika dilihat dari dekat, ada perbedaan yang signifikan dari kedua candi tersebut. Untuk membedakannya kedua candi itu maka masing-masing diberi nama Candi Plaosan Lor dan juga Candi Plaosan Kidul.
Suasana di Candi Plaosan
Candi Plaosan Lor mempunyai tinggi sekitar 21 meter dengan pintu masuknya di sebelah barat. Pada bagian tengah candi, ada halaman yang dilengkapi pendopo dengan 3 (tiga) buah altar pada sisi-sisinya.
Sementara, pada bangunan Candi Plaosan Kidul tidak jauh berbeda dengan candi Plaosan Lor. Mempunyai tinggi yang sama, disini juga ada halaman pada bagian tengahnya. Tetapi yang membedakan, Candi Plaosan Kidul dikelilingi oleh 8 (delapan) candi kecil yang terbagi menjadi 2 (dua) tingkat. Setiap tingkat terdiri dari 4 (empat) candi kecil. Selain itu, ada banyak ukiran tumbuh-tumbuhan pada pintu masuk di Candi Plaosan Kidul.
Menurut beberapa ahli, Candi Ploasan mempunyai ciri-ciri yang berbeda jika dibandingkan dengan beberapa candi lainnya yang ada di Yogyakarta. Teras candi Plaosan ini terlihat halus jika dibandingkan dengan candi-candi lainnya yang dibangun pada masa yang hampir sama. Hal itu kemudian memunculkan anggapan bahwa Candi Plaosan ini dahulunya difungsikan sebagai tempat penyimpanan naskah-naskah kanonik milik dari para Pendeta Budha.
Selain itu, satu yang menarik dari Candi Plaosan ini adalah bentuk candi yang padat dan juga eksotik. karenanya, tempat ini sering dijadikan pengambilan gambar tokoh dari pewayangan oleh para fotografer.
Patut Kamu Baca:
- Si Jagur, Meriam Kuno di Museum Fatahillah
- Wisata Pulau Semak Daun di Kepulauan Seribu Jakarta
- Wisata Pulau Putri di Kepulauan Seribu Jakarta
- Wisata Pulau Bira di Kepulauan Seribu Jakarta
- Wisata Pulau Gusung Pandan di Kepulauan Seribu Jakarta
- Setu Babakan, Tempat Wisata Budaya Betawi di Jakarta
- Wisata Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu Jakarta
- Wisata Pulau Tikus di Kepulauan Seribu Jakarta
- Ongol-Ongol, Makanan Khas Betawi
- Kue Cucur, Makanan Khas Betawi
- Wisata Pulau Kotok di Kepulauan Seribu Jakarta
- Wisata Pulau Payung Besar di Kepulauan Seribu Jakarta
- Wisata Kebun Binatang Ragunan di Jakarta
- Kue Lupis, Makanan Khas Betawi
- Tradisi Palang Pintu di Festival Palang Pintu
- Gado-Gado, Makanan Khas Betawi
- Rujak Juhi, Makanan Khas Betawi
- Kerak Telor, Makanan Khas Betawi
- Kembang Goyang, Makanan Khas Betawi
- Keris, Pusaka Khas Masyarakat Tanah Jawa
- Menara Kudus, Bangunan Akulturasi Budaya di Kudus Jawa Tengah
- Candi Mendut, Candi Bercorak Budha di Magelang Jawa Tengah
- Candi Plaosan, Candi Kembar di Klaten Jawa Tengah