Thursday, 28 June 2018

Tarian Tradisional Dari Sulawesi Selatan Dan Penjelasannya

loading...


Cintaindonesia.web.id - Provinsi Sulawesi Selatan merupakan sebuah provinsi yang dihuni oleh para penduduk dari latar belakang yang heterogen. Di antara para penduduk tersebut adalah Suku Bugis, Suku Makassar, dan Suku Mandar adalah yang paling dominan. Masing-masing suku yang hidup dan tinggal di Provinsi Sulawesi Selatan memiliki ciri khas adat dan budayanya masing-masing, salah satunya adalah pada tarian tradisionalnya. Nah apa sajakah tarian tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan? berikut ini penjelasannya.


1. Tari Pa’gellu

Tari Pa’gellu, Tarian Tradisional Dari Sulawesi Selatan
Tari Pa’gellu

Tari Pa’gellu merupakan tarian yang berasal dari daerah Tana Toraja. Tarian ini biasanya akan dipentaskan dalam rangkaian upacara adat Pa’gellu atau ma’gellu, yaitu dalam bahasa setempat memiliki arti menari-nari dengan gembira, sambil tangan dan badan bergoyang dengan gemulai, meliuk-liuk lenggak-lenggok. Hal ini dapat berarti bahwa tarian pa’gellu’ dilakukan dengan maksud untuk menghibur hati para penontonnya, ungakapan kegembiraan, serta sukacita.

Gerakan dasar dari tarian ini adalah gambaran dari sebuah kehidupan yang berisi spirit, keseimbangan, kesopanan, dan juga kebersamaan. Tari pa’gellu’adalah tarian sukacita yang biasa dipentaskan pada saat upacara adat yang sifatnya gembira seperti pentahbisan rumah dan penyambutan para tamu. Upacara rambu tuka (acara syukuran) akan selalu dimeriahkan dengan pementasan tari pa’gellu’, sedangkan diupacara kematian rambu solo’, adalah tabu untuk menampilkannya.

2. Tari Pakarena

Tari Pakarena, Tarian Tradisional Dari Sulawesi Selatan
Tari Pakarena

Tari Pakarena merupakan tarian tradisional dari daerah Sulawesi Selatan. Tarian ini diiringi dua kepala drum atau gandrang dan juga sepasang instrumen alat seperti suling yang sering disebut dengan puik-puik. Tarian ini pertama kali muncul di abad ke 17, tepatnya di tahun 1903 yaitu disaat Panali Patta Raja dilantik menjadi Raja di Gantarang Lalang Bata.

Walaupun begitu, tidak ada data khusus dan jelas dalam menyebutkan sejak kapan tarian Pakarena ini muncul dan siapakah yang menciptakannya. Namun, masyarakat setempat percayai bahwa Tari Pakarena Gantarang memiliki kaitan dengan munculnya Tumanurung. Didalam kepercayaan masyarakat setempat, Tumanurung adalah seorang bidadari yang turun dari langit. Tumanurung ini bertugas memberikan petunjuk kepada manusia yang ada dibumi.

3. Tari Pattennung 

Tari Pattennung, Tarian Tradisional Dari Sulawesi Selatan
Tari Pattennung

Tari Pattennung merupakan tari tradisional Provinsi Sulawesi Selatan yang menggambarkan para wanita dari Sulawesi Selatan saat sedang menenun. Tarian ini menggambarkan juga tentang kesabaran dan juga ketekunan serta bagaimana gigihnya para wanita Toraja Sulawesi Selatan yang menenun benang menjadi sebuah kain.

Dalam pertunjukannya, para penari pattennung akan memakai pakaian adat khas Provinsi Sulawesi Selatan yakni baju bodo panjang, curak lakba, lipaq sabbe (sarung), rante ma’bule, hiasan bangkara, dan pontoyang. Adapun untuk properti yang dipakai berupa sarung lempar. Selain itu tarian ini juga diiringi oleh iringan alat musik tradisional seperti suling dan gendang.

4. Tari Ma'randing

Tari Ma'randing, Tarian Tradisional Dari Sulawesi Selatan
Tari Ma'randing

Tari Ma'randing merupakan tarian tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan. Tarian ini umumnya hanya dipentaskan ketika sedang ada pemakaman besar (biasanya adalah orang dengan kasta tinggi). Dalam pertunjukannya para penari akan memakai pakaian perang tradisional dan membawa senjata. Secara mendasar Tari Ma'randing ini adalah sebuah tari perang atau tari partriotik.

Kata ma'randing pada tarian ini berasal dari kata randing yang artinya adalah mulia ketika melewatkan. Tarian ini menunjukkan kemampuan di dalam memakai sebuah senjata militer serta menunjukkan keteguhan hati dan juga kekuatan dari seseorang yang telah meninggal selama hidupnya. Tarian ini pada umumnya ditarikan oleh beberapa orang yang disetiap orangnya akan membawa pedang, perisai besar dan sejumlah ornamen. Setiap objek biasanya menyimbolkan beberapa makna tertentu, seperti perisai yang terbuat dari kulit kerbau atau bulalang menyimbolkan kekayaan, sebab hanya orang kaya sajalah yang mempunyai kerbau sendiri. Sedangkan Pedang (la'bo pinai, la'bo bulange, doke, la'bo todolo) menunjukkan kesiapan didalam berperang dan menyimbolkan keberanian. S

5. Tari Manimbong

Tari Manimbong, Tarian Tradisional Dari Sulawesi Selatan
Tari Manimbong

Tari Manimbong merupakan tarian tradisional Provinsi Sulawesi Selatan yang hanya ditampilkan secara khusus disaat upacara adat Rambu Tuka’. Para penari Tari Manimbong umumnya adalah para pria. Seperti halnya tarian Rambu Tuka’ lainnya, Tari Manimbong ini juga diselenggarakan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam pertunjukannya, para penari akan memakai pakaian adat khusus yakni Baju Pokko’ dan Seppa Tallu Buku yang berselempangkan kain antik. Selain itu, para penari juga akan dilengkapi dengan parang kuno atau la’bo’ penai dan sejenis temeng bundar kecil yang bermotifkan ukiran khas Toraja.

6. Tari Ma'badong

Tari Ma'badong, Tarian Tradisional Dari Sulawesi Selatan
Tari Ma'badong

Tari Ma'Badong adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan. Tarian ini pada umumnya diadakan diupacara kematian (Rambu Solo) yang dilakukan secara berkelompok, dimana para peserta (pa'badong) akan membentuk sebuah lingkaran dan kemudian saling berpegangan dengan cara mengaitkan jari kelingking.

Para pa'badong biasanya terdiri dari beberapa para pria dan wanita setengah baya ataupun para orang tua dengan pemimpin badong yang biasa disebut dengan Indo Badong (wanita) atau Ambe Badong (pria). Pemimpin badong lalu melantunkan syair (Kadong Badong) atau seperti riwayat hidup dari orang yang telah meninggal dimulai dari lahir hingga meninggal dengan memberikan sebuah kalimat-kalimat syair serta modus nada untuk dinyanyikan oleh semua kelompok para penari sambil berbalas-balasan. Untuk gerakannya pun mempunyai ritmenya tersendiri dalam mengikuti syair dari badong yang dilantunkan.

7. Tari Pa'Pangngan

Tari Pa'Pangngan, Tarian Tradisional Dari Sulawesi Selatan
Tari Pa'Pangngan

Tarian Pa'pangngan adalah tarian tradisional Provinsi Sulawesi Selatan yang kerap dilakukan oleh para gadis-gadis cantik dengan menggunakan pakaian hitam atau gelap dan memakai ornamen khas Toraja seperti halnya kandaure. Pangngan Ma merupakan menari ketika menerima para tamu terhormat dan menyambutnya dengan sebuah kata-kata Tanda mo Pangngan mali'ki, yakni:

Kisorong sorong mati '
Solonna pengkaboro'ki '
Rande pela'i toda
Mala'bi tanda Kiala '
Ki po Rannu matoto '

Kata panggan sendiri artinya adalah sirih, dimana penawaran sirih tersebut menunjukkan jika tamu yang datang sudah diterima dan telah dianggap menjadi bagian dari mereka. Penawaran tersebut secara simbolis diungkapkan terhadap masing-masing para penari memegang sirih atau pangngan, dimana di dalam perjalanan tarian, sirih atau pangngan tersebut ditempatkan dalam kantong yang berada di depan mereka.

8. Tari Gandrang Bulo

Tari Gandrang Bulo, Tarian Tradisional Dari Sulawesi Selatan
Tari Gandrang Bulo

Gandrang Bulo merupakan tarian tradisional yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Kata gandrang bulo pada tarian ini berasal dari 2 kata, yakni gandrang dan bulo, dimana kata gandrang artinya adalah tabuan atau pukulan, sedangkan kata bulo artinya adalah bambu.

Gandrang bulo umumnya dimainkan oleh beberapa orang dengan suasana hati yang ceria dan juga ramai dengan diiringi oleh tabuan gendang dan tabuan bambu. Dalam pertunjukannya, biasanya akan diselipkan dialog yang kritis tetapi tetap memberi kesan yang lucu dan juga menghibur. Dialog yang disisipkan pada tarian ini umumnya adalah seperti masalah politik, sosial, dan juga budaya. 

Tarian ini kerap dipakai oleh seniman guna mengeluarkan berbagai macam uneg-uneg tentang suatu hal, selain itu juga kerap dipakai oleh masyarakat guna merespon kondisi sosial yang ada disekitarnya. Beberapa cerita yang kerap dibawakan pada tarian ini yaitu seperti tentang kesulitan masyarakat dipinggiran dalam menghadapi para oknum tertentu.

9. Tari Bosara

Tari Bosara, Tarian Tradisional Dari Sulawesi Selatan
Tari Bosara

Tari Bosara merupakan tarian tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan. Tarian ini merupakan tarian yang berfungsi untuk menyambut para tamu terhormat. Menurut sejarahnya, tarian ini dahulunya kerap ditarikan disetiap acara-acara penting untuk menjamu para raja dengan suguhan kue-kue sebanyak 2 kasera.

Selain itu, tarian ini juga kerap dipentaskan untuk menyambut para tamu agung, pesta kebiasaan, dan juga pesta perkawinan. Sehingga Tari Bosara ini mengambarkan jika masyarakat Bugis kerap menyajikan bosara bila sedang kehadiran tamu dan juga sebagai bentuk ucapan rasa syukur serta kehormatan.

10. Tari Pajoge

Tari Pajoge, Tarian Tradisional Dari Sulawesi Selatan
Tari Pajoge

Tari Pajoge merupakan tarian tradisional yang berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan. Tarian ini umumnya ditampilkan di dalam istana atau di kediaman kalangan para ningrat. Para penari pada Tari Pajoge biasanya adalah para gadis yang berasal dari kalangan rakyat biasa. Fungsi pada tarian ini sendiri adalah sebagai sarana hiburan bagi para lelaki.

Dalam pertunjukannya, para penonton yang berasal dari kalangan ningrat akan duduk dan membentuk sebuah lingkaran. Para penari akan menari secara melingkar dan menari dengan seorang diri sambil menyanyi serta mencari pasangannya diantara para penonton. Ketika telah mendapatkan pasangannya, maka para penari akan memberikan daun sirih terhadap lelaki yang telah dipilihnya. Lelaki yang dipilihnya tersebut kemudian akan menari dengan si gadis penari. Hal tersebutlah fungsi tari Pajoge, yaitu sebagai tarian hiburan dan juga sebagai media penghubung diantara raja dan rakyatnya guna mendekatkan hubungan supaya rakyat tetap mencintai rajanya dan juga sebaliknya.


Patut Kamu Baca:

Artikel Terkait